Monthly Archives: June 2014

Berteduh di Kebun Raya Bogor

Di tengah vertigo yang menyerang seminggu belakangan ini, saya mantapkan diri untuk berkendara menjauhi ibukota dan mendekati Bogor. Rencana pulang ke rumah, tapi setir ini tak mau berbelok keluar pintu tol yang seharusnya. Mengikuti ingin hati, saya dan Marni terus melaju hingga tibalah kami di Kebun Raya Bogor. Mungkin si Marni minta diajak jalan-jalan setelah […]

Post Tagged with ,
Read More

Ini Aceh, Serambi Mekkah

Pemakaian kain penutup kepala menandakan saya sedang berada di Aceh. Ada hawa yang berbeda memang begitu kaki menapaki tanah rencong ini. Hati mengingatkan, iya ini Aceh, Serambi Mekkah. Kota maju dengan syariah Islam yang menjadi aturan sehari-hari. Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Tapi entah kenapa, hati ini senang tak terkira saat harus mengikuti […]

Post Tagged with ,
Read More

Terbawa Arus Emosi di Museum Tsunami

Konon katanya, kota Aceh justru semakin maju pasca bencana tsunami tahun 2004 silam. Kehilangan ratusan ribu warganya, kehilangan sanak saudara, kehilangan tempat tinggal, kehilangan harta benda, bahkan mungkin kehilangan semangat untuk terus hidup. Tapi kita bisa apa selain berpasrah pada Yang Maha Memiliki, karena yakin Dia punya rencana lain. Dan betul saja, Aceh bangkit dan […]

Post Tagged with ,
Read More

Berdiri di Titik Nol Paling Barat Nusantara

Sore itu menjelang senja, kaki ini berpijak di tanah Weh dan mata ini menatap langit Aceh. Tepatnya saya berdiri tegar di ujung barat negeri ini. Titik dimana senja terlihat paling terlambat dibandingkan dengan pelosok lain di tanah air ini. Titik dimana berhasil membuat saya mengharu biru. “Iya, you made it this far, ellie. You have […]

Post Tagged with , ,
Read More

Menginjakkan Kaki di Ujung Barat Indonesia

“Lukisan terindah Tuhan hanya bisa dinikmati oleh mereka yg sengaja mencarinya atau mereka yg beruntung hidup di sekitarnya. Menyadari saya kurang beruntung, untuk itu saya harus mengejarnya. Kemanapun itu.” – kicauan saya beberapa waktu lalu. Iya, kemanapun itu. Meski hingga ujung paling barat negeri ini. 1 Mei 2014 – Menyandang ransel berbekal untuk 4 hari […]

Read More