Berbagi Kamar dengan Orang Asing

Kebiasaan baru #MeetTheStrangers yang belakangan ini sering saya lakukan membawa saya ke #MeetTheStrangers level berikutnya. Tidak hanya bertemu dengan orang asing di destinasi-destinasi tertentu saat melakukan perjalanan, hingga [akhirnya] memberanikan diri berbagi kamar dengan orang asing dalam dormitory.

Bagi mereka yang sering jalan-jalan dengan budget yang mini, konsep bermalam di dormitory mungkin sudah sangat familiar bahkan selalu menjadi pilihan nomor 1. Bagi saya, meski juga berbudget mini, pilihan tersebut ada di nomor terakhir walau dalam hati sangat ingin mencoba. Hingga suatu malam di Jogja saat long wiken, saya tak punya pilihan lain selain akhirnya menjawab ketakutan saya akan berbagi kamar dengan orang asing. Mau bagaimana lagi, malam itu hanya EduHostel Jogja yang sudi menerima saya yang terluntang lantung.

Front Desk EduHostel Jogja

Mari coba kita telaah terlebih dahulu mengenai hostel dan dormitory. Hostel adalah penginapan yang menawarkan konsep kamar layaknya asrama yang dihuni oleh beberapa tamu sekaligus [yang tidak saling kenal] dengan beberapa ranjang bertingkat atau lebih dikenal dengan dormitory. Namun tidak semua kamar di hostel berkonsep dormitory. Ada juga yang menyediakan kamar privat dengan harga yang masih jauh lebih murah dibandingkan hotel.

Konsep berbagi kamar dengan orang asing di dormitory cukup terkenal di kalangan backpacker karena tarifnya yang sangat murah. Dalam satu kamar biasanya dihuni 4 – 12 orang. Kamar penginapan bergaya barak asrama ini selain murah juga disukai karena konsep kebersamaannya. Terlebih bagi mereka yang solo traveling. Bisa menambah teman sekaligus berbagi cerita perjalanan masing-masing yang pastinya bisa saling menginspirasi.

Beberapa hal yang mungkin bisa jadi perhatian saat memutuskan untuk berbagi kamar dalam dormitory: (versi @travellie_)

  • Baiknya jangan pilih mixed dormitory room demi kebaikanmu dan orang lain. Kalo kita cewek, ya pilih kamar khusus cewek. Biar lebih nyaman dan aman. Kita kan masing-masing tahu kebiasaan buruk kita saat berada di kamar tidur. Dan bisa jadi kebiasaan cowok jauh lebih buruk dari kita [Biasanya sih begitu]. Can you deal with it?
  • Biasanya kasur di dormitory itu adalah ranjang bertingkat. Kalo masih bisa memilih, pilihlah kasur di bawah supaya kita bisa bebas dan mudah bergerak tanpa perlu repot naik turun ranjang. Dan kalo ada apa-apa, gampang larinya.
  • Jaga barang bawaan dengan ekstra hati-hati. Ingat, kita berbagi kamar dengan orang asing yang entah siapa dan dari mana dan bagaimana kelakuannya. Kita nggak mau kan niat hati meminimalkan budget menginap tapi malah kehilangan barang berharga kita? Setiap penghuni biasanya diberi lemari kecil/loker masing-masing. Baiknya sedia gembok demi pengamanan dan supaya saat kita tinggal bepergian, kita merasa aman. Saat tidur pun, simpan semua barang berharga di dalam loker kemudian digembok dan bawa serta kuncinya. Jangan sampai kebiasaan meletakkan handphone di samping bantal malah membawa kerugian.
  • Kenakan pakaian tidur yang sopan dan nyaman. Jangan buat risih penghuni lain dengan berpakaian seronok meski sesama wanita. Meski sesama wanita, you’ll never know kalau ternyata mereka…  Lebih baik mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
  • Mengobrollah. Salah satu keuntungan dari tinggal di dormitory adalah kita bisa kenalan dengan sesama pejalan dan berbagi cerita. Bisa jadi dari obrolan seru di dalam kamar, besoknya kita memutuskan untuk jalan bareng. Jadi nggak solo traveling lagi deh. Yakin, dari setiap obrolan dengan orang asing, pasti ada yang menginspirasi. Apalagi kalau penghuni lain datang dari kota-kota bahkan negara yang belum pernah kita kunjungi.
  • Bertoleransilah. Karena konsep kamar dormitory adalah berbagi, jadi kita harus betul-betul sadar bahwa fasilitas yang ada di dalam kamar adalah milik bersama, kecuali kasur dan lemari yang sudah dialokasikan untuk masing-masing. Penggunaan kamar mandi atau toilet apalagi, harus betul-betul memperhatikan juga kepentingan penghuni lain. Jangan bawa-bawa kebiasaan jorok di rumah.

Ngomong-ngomong tentang toleransi saat berbagi kamar, susah juga yah kalau salah satu penghuni punya kebiasaaan ngorok. Itu tidak disengaja dan tidak bisa dihindari. Terima saja.

So far sih, selama memperhatikan beberapa point tersebut diatas, saya sangat nyaman cenderung ketagihan menginap di EduHostel Jogja, salah satu hostel yang menawarkan kamar dormitory di Jogja.

Lobby EduHostel Jogja

Akhir Maret lalu (28 – 31 Maret 2014), untuk kedua kalinya saya kembali ke EduHostel Jogja. Meski faktanya dormitory adalah anagram dari “dirty-room”, jelas tak terlihat di EduHostel.

Dengan tarif hanya 80rb per malam, saya sudah bisa menempati kamar yang bersih layaknya hotel…

Menikmati sarapan sambil menatap kota Jogja dari ketinggian lantai 5…

 

Memanjakan mata dengan view kota Jogja dari rooftop lantai 5…

 

Dan bisa memanfaatkan fasilitas umum yang super nyaman. Saya paling suka leyeh-leyeh di Mezanine Floor-nya. Disana kita bisa tidur-tiduran santai di sofa/bean bag sambil menikmati tayangan tv kabel atau menikmati free wifi. Atau bisa juga berbaur dengan tamu lain.

 

Setiap sudutnya pun menarik karena mereka banyak menampilkan quotes inspiratif.

Jadi, tunggu apa lagi? Boleh lho mulai dicoba berbagi kamar dengan orang asing di dormitory, dengan catatan pilihlah tempat yang tepat. Selamat mencoba!

6 Responses so far.

  1. pembatja setia says:

    menjadi tahu tentang terminologi hostel dan dormitory.
    terimakasih kak \(^-^)/

  2. aqied says:

    mb ellie, blog nya ciamik…
    mau mantengin nungguin cerita tentang kita (eeeh kiiitaaa)
    hahahahahaha

  3. Setuju banget sama Kak Ellie. Nginep di hostel seru kak berasa di rumah sendiri, bisa kenal orang baru, dan yang paling penting murah tapi fasilitasnya lumayan oke.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *