berPESTA bareng RAKYAT JOGJA

Iya, saya beruntung masih berada di Jogja saat kota ini berulang tahun ke 257. Kota Istimewa ini sungguh memiliki cara yang istimewa pula dalam memberikan hiburan bagi rakyatnya, #PestaRakyatJogja. Sore ini sepanjang Jalan Malioboro ditutup dari kendaraan bermotor dan juga pedagang kaki lima. Kira-kira seperti ini penampakan Malioboro tanpa pedagang kaki lima.

Bukan Malioboro yang kita kenal

Bukan Malioboro yang kita kenal

Untuk memberikan hiburan malam yang panjang dengan berbagai sajian musik, di sepanjang Jalan Malioboro sudah berdiri 3 panggung musik yang terpisah. 1 panggung terletak di depan Batik Ningrat, 1 panggung lainnya di seberang Hotel Mutiara dan panggung terbesar diposisikan di depan Kimia Farma.

Bersiap melebur dengan ribuan warga Jogja

Bersiap melebur dengan ribuan warga Jogja

Sontak, Malioboro menjadi lautan manusia seperti ini.

Malioboro lautan manusia

Malioboro lautan manusia

Beberapa band besar ternama asli Jogja turut memeriahkan #PestaRakyatJogja ini, mulai dari Shaggy Dog, Endank Soekamti, Jogja Hip Hop Foundation, Captain Jack dan masih banyak lagi termasuk musisi jalanan Malioboro.

Captain Jack on stage

Captain Jack on stage

Dan beginilah nasib orang pendek setiap kali nonton panggung festival, selalu terpinggirkan. Tapi tak mengapa, karena nonton konser musik dari depan panggung itu terlalu mainstream!

antimainstream nonton dari belakang panggung

antimainstream nonton dari belakang panggung

– Malioboro, 6 Oktober 2013 – 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *