Melepas Tukik di Lepas Pantai Sukamade

Baluran, Kawah Ijen, Teluk Hijau. Tak lantas mata ini berhenti dimanjakan oleh keelokan Banyuwangi sampai di situ saja. Merasa kurang tantangan? Bisa jadi. Sampai kita akhirnya dipertemukan dengan medan yang cukup memacu adrenalin, lengkap dengan trooper yang siap mengarunginya. Rutenya cukup menantang, tapi asyik karena sejauh mata memandang, semua kecantikannya alami khas taman nasional.

Memasuki TN Merubetiri dengan moda transportasi macho seperti ini, melewati jalur berbukit dan berkelok, jalan yang berbatu, bahkan mengarungi sungai dengan debit air yang lumayan.

Di tengah perjalanan pun, jika kita beruntung, satwa lokal penghuni taman nasional tak ragu untuk menampakkan diri. Iya, jadi semacam safari tour. Yang lebih seru adalah melewati jalur ini di kala malam. Berbekal lampu tembak, kita bisa “berburu” penampakan satwa-satwa dengan lebih dramatis. Iya, jadi semacam safari night.

2 jam berkendara cukup ekstrem dari Pantai Rajegwesi melewati taman nasional, tibalah kami di Pantai Sukamade yang merupakan salah satu dari three diamonds milik Banyuwangi selain Kawah Ijen dan Pantai Plengkung (TN Alas Purwo).

Berlokasi di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Pantai Sukamade terkenal sebagai istana penyu dimana kita bisa melihat secara langsung penangkaran penyu sekaligus pelepasan tukik. Dan beruntungnya kami karena diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari mereka yang turut melestarikan penyu. Ya meski hanya dengan tindakan kecil yaitu melepas seratusan tukik ke laut lepas. Tapi saya yakin, aksi sekecil itu akan membawa dampak positif demi keberlangsungan hidup penyu.

Perkenalkan, si tukik kecil yang terlihat begitu bersemangat dilepas meski saya bisa merasakan ketakutannya. Ketakutan akan si elang yang sedari tadi terbang rendah seraya memantau pergerakan kami. Be brave, tukik kecil. Kamu pasti bisa. Biarkan elang mengincarmu, tapi jangan biarkan ia menangkapmu. Kehidupanmu indah di depan sana. Kemungkinan besar kamu akan tiba di Australia. Iya, negara lain bahkan benua lain. Tidak, tidak perlu paspor. Cukup menjadi dirimu saja.

Bahkan, saat tukik pergi pun, ia masih meninggalkan jejak. Pergilah tukik, pergilah. Sampaikan salam rinduku padanya.

Usai melepas tukik, seolah Tuhan tidak henti-hentinya memberi kami bukti kuasanya. Kami disuguhi keelokan sunset ala Pantai Sukamade.

Sekian dan terima kasih dari Taman Nasional Merubetiri Banyuwangi. – 5 April 2014 – 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *