Menikmati Open Air Cinema di Monas

Pernah nonton layar tancap? Buat yang tinggal di kota besar dan perumahan elit sih mungkin belum pernah yah. Saya yang [dulu] tinggal di kampung saja hanya sesekali pernah nonton layar tancap. Itupun nunggu hajatan dari warga kampung yang notabennya orang kaya.

Nah, Jumat dan Sabtu malam kemarin, warga ibukota punya pilihan ber-jumaga alias ber-Jumat Malam Gaul dengan nonton layar tancap di Monas. Bahasa bule-nya open air cinema atau bioskop di udara terbuka. Pengalaman seru ini dipersembahkan oleh Jiffest 2013 [Jakarta International Film Festival] untuk penikmat setia Jiffest.

Iya, memang ada yang terlihat sangat berbeda di Jiffest tahun ini.Diselenggarakan pada tanggal 15 – 30 November 2013, 2 hari terakhir Jiffest digelar di ruang terbuka area silang barat daya Monumen Nasional (Monas).

PicsArt_1387275916066

Setelah absen selama 2 tahun, akhirnya Jiffest tahun ini kembali digelar untuk yang ke-13 kalinya dengan hashtag #JiffestIsBack. Karena Jiffest akan selalu menjadi ajang temu antara penikmat film, pembuat film dan pelaku industri film lainnya.

Tahun ini Jiffest hadir dengan wajah dan konsep baru yang diadakan di 3 tempat berbeda, diantaranya Jiffest Pop Up Cinema di Galeri Indonesia Kaya, Retrospektif di Blitz Megaplex Grand Indonesia dan Open Air Cinema di Monas.

Saya sendiri hanya sempat menikmati satu malam Open Air Cinema di Monas pada Jumat malam dan kebagian nonton [setengah] Metro Manila dan Korean Surprise Movie yang bener-bener bikin surprise: The Host.

Apa yang menarik dari open air ini? Tentu saja karya film yang dinikmati oleh siapa saja tanpa mengenal usia dan status sosial ekonomi. Meski disediakan tempat dan deretan kursi khusus di depan layar lebar, siapapun masih bisa menikmati film yang sedang tayang dari pinggir kanan kiri. Plus bonus backsound tukang obat yang nggak pernah absen di Monas. Heuheu…

PicsArt_1385734842673

Post Tagged with ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *