Menyambut Pagi di Situs Gunung Padang

5.30 pagi, akhirnya kami tiba di Situs Megalitikum Gunung Padang, yang berlokasi di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur (sekitar 50km dari Cianjur) setelah perjalanan panjang 8 jam dari ibukota. Pilihan rute yang kurang tepat tapi berhasil membawa kami ke tujuan. Keep the faith!

Dinginnya udara pagi di ketinggian 885 mdpl langsung menyambut kami. Loket masih tutup, kami dipersilakan naik terlebih dahulu. Ya semacam naik angkot “naik gratis, turun bayar”. Tiketnya 2 ribu rupiah saja per orang.

Saat akan memasuki area situs, kita akan dihadapi 2 pilihan. Mendaki 378 anak tangga dengan tingkat kecuraman 80 derajat dengan estimasi jarak lebih dekat namun menguras tenaga, atau mendaki 700an anak tangga dengan jarak yang lebih jauh namun lebih santai? Pilihan pertama merupakan tangga asli sebagai satu kesatuan dari konstruksi punden berundak. Sedangkan tangga kedua merupakan tangga buatan pemerintah dan warga lokal guna mempermudah pendakian.

Sebagai anak muda, tentu saja kami sanggupi pilihan pertama meski dengan susah payah. Ternyata rencana Tuhan membawa kami ke sini tepat pada waktunya. Sang mentari sedang bersiap menampakkan diri dari ujung timur sana. Aaah… penyambutan yang sungguh luar biasa.

Hanya dengan mata telanjang mengamati pemandangan sekitar, terlihat megahnya Gunung Gede dari kejauhan. Ada juga Gunung Karuhun, Pasir Emped Gunung Malati dan Gunung Pasir Malang. Jadi meski tanpa tahu sejarah dan berbagai versi cerita tentang apa yang sesungguhnya ada di dalam tanah itu, kita sudah bisa menikmati Gunung Padang.

Terlebih di pagi hari, saat udara masih sangat sejuk dan pengunjung belum ramai. Seolah-olah Gunung Padang adalah milik kita sendiri.

photo by Harmuzan

Jadi, usahakan datang pagi-pagi sekali sebelum matahari terbit. Dan jangan lupa untuk mampir ke warung ini sekedar untuk minum teh hangat, menyantap gorengan panas dan makan mie rebus atau mie goreng.

Situs megalitikum Gunung Padang memang sedang ramai diperbincangkan. Bahkan Bapak Presiden sudah sempat berkunjung ke sini. Kuat dugaan adanya misteri piramida di bawahnya. Bahkan ada yang mengira situs ini lebih besar daripada Candi Borobudur dan menyimpan emas di dalamnya.

Hingga saat ini, penelitian dari berbagai pihak masih berlangsung. Tak hanya arkeolog, pasukan berseragam TNI pun banyak wara wiri di area situs.

Dengan luas 3 ha, menjadikan Situs Gunung Padang sebagai kompleks punden berundak terbesar se-Asia Tenggara. Memang masih kontroversial karena banyak beredar kabar di luar sana tentang apa sebenarnya situs ini. Masih di antara misteri dan arkeologi. Berdasar hasil riset terakhir (Agustus 2014) yang dilakukan para peneliti dan ilmuwan dari berbagai ilmu, menyatakan Situs Gunung Padang adalah bangunan purbakala terbesar di dunia. Wow.

Nah, mumpung masih bisa dengan mudah dikunjungi, silakan mampir ke situs Megalitikum Gunung Padang yang ada di Cianjur.

Cianjur, 23 Agustus 2014 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *